My Favourite Android Softwares
Meski judulnya berbahasa Inggris, namun artikel ini tidak akan berbahasa Inggris. Kini salah satu saat di mana saya kesulitan dalam memilih kata. Piranti Lunak Android Kegemaran Saya? Piranti Lunak Android Kegemaranku? Piranti Lunak Android favorit Saya? Piranti Lunak Android Favoritku? Software Android Kegemaran Saya? Software Android Kegemaranku? Tiada satu pun yang mengena di hati.
Sepertinya, kini saya telah memasuki fase enggan mencoba-coba piranti lunak. baik di komputer, terlebih lagi di hape. Ketika memerlukan untuk memasang aplikasi tertentu, alih-alih mencobanya sendiri, saya lebih memilih untuk membaca ulasan dari orang lain.
Nah, artikel ini ditujukan sebagai ulasan singkat dari pengalaman saya menggunakan beberapa piranti lunak di hape Android yang semoga bisa menjadi rujukan bagi para pembaca.
Sekedar untuk diketahui, saya memakai hape Xiaomi Mi 4c bersistem operasi MIUI 8 yang telah di-root. Abaikan saja mereknya dan camkan perihal rooted-nya, karena ada beberapa aplikasi yang saya pakai bergantung pada apakah hape telah di-root atau belum. Enjoy.
Menambah Custom PATH Permanen di GNU/Linux
Mengapa menambah custom PATH?
Telah menjadi rutinitas, tiap hari saya selalu membaca kabar seputar dunia teknologi informasi (TI) dari RSS situs langganan. Nyeleneh, mungkin begitu kata orang Jawa, mengingat saya tidaklah berkecimpung di dunia TI dan dunia kuli yang kini ditekuni pun jarang menyentuh ranah TI. Namun seperti kata para pujangga, "tidak perlu alasan untuk menyukai", demikian halnya kegemaran saya terhadap dunia teknologi informasi. Seperti orang yang tergila-gila memancing ikan, sering tidak masuk akal, namun mungkin itulah konsekuensi dari hobi.
Dan kali ini, saya menemukan hal yang baru. Sebuah penyunting teks. Entah memang baru dikembangkan, atau hanya baru saya ketahui. Orang bilang untuk apa membuat penyunting teks baru? Tidakkah cukup banyak penyunting teks yang kini bertebaran di dunia FLOSS (free and libre open source software)?
Merekam Tampilan Layar Android Menggunakan screenrecord
Merekam tampilan layar Android tanpa memasang aplikasi pihak ketiga
Jika menilik apa yang dikata orang bahwa gambar itu bermakna beribu kata, sepertinya blog ini kurang bermakna. Jujur saja, gambar yang saya pasang dalam blog ini umumnya hanya sekedar agar artikel tidak kering-kerontang.
Saya memang tidak mengalami kesulitan untuk memahami artikel-artikel tersebut. Tentu saja, karena sayalah penulisnya. Namun bagaimana dengan orang lain?
Orang bilang, kegagalan utama seseorang dalam menjelaskan suatu permasalahan adalah karena dia mengganggap orang lain memiliki tingkat pengetahuan dan pemahaman yang sama dengannya.
Jadi, kali ini saya berniat tobat. Bahwasanya lain kali akan menulis artikel dengan sejelas-jelasnya, diimbuhi gambar dan dibubuhi animasi. Dan sementara menunggu ilham untuk artikel baru, bagaimana jika sekarang membuat gambar animasi untuk ditambahkan pada artikel lama?
Mengakses Isi Komputer Linux dari Android
Jadi begini ceritanya, saya memiliki sebuah telepon (yang katanya) pintar yang menjadi teman hiburan sehari-hari. Ia adalah Xiaomi Mi 4c, versi 2GB RAM dan penyimpanan internal 16GB. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, boleh dikata saya cukup puas. Ia memang cepat panas jika diberi beban berat, namun tiada mengapa, toh tidak selalu saya pegang dan juga tidak selalu memberinya beban berat. Nah, yang cukup terasa adalah kurangnya ruang penyimpanan yang tersedia. Ruang penyimpanan yang hanya 16GB sebagian ditempati oleh sistem MIUI, sisa sekitar 11GB.
Sekilas 11GB terbayang cukup lega. Believe me, it's not. Menyimpan buku-buku elektronik, berkas mp3, video, cache Telegram, dan lainnya dengan cepat melahap hampir semua ruang penyimpanan yang ada.
Kenapa sih masih pake nyimpen lagu dan video? Kan bisa streaming dari YouTube atau Spotify misalnya?
Personally, streaming is god damn expensive. Tiap kali hendak memutar media berarti tiap kali itu pula harus mengeruk kuota internet. Why don't just download once and play it forever?
Kalau gitu, kenapa nggak streaming dari laptop aja?
Wat? Emang bisa ya? Sejujurnya hampir tidak pernah terlintas soal ini. Pernah sih, namun yang terbayang di benak hal itu pastinya cukup rumit. Install ini-itu. atur ini dan itu.
GIF Animasi Gfycat Sebagai Ilustrasi Artikel Blog
Tulisan ini terilhami oleh sebuah pertanyaan di kolom komentar artikel Membuat Tombol Back to Top di Blogger. Si pembaca menanyakan bagaimana cara merekam GIF yang dijadikan ilustrasi dalam artikel tersebut.
Nah, artikel ini bukan hanya akan menjawab bagaimana, namun juga sedikit bercerita mengapa saya memasang GIF sebagai ilustrasi di artikel tersebut. Follow me...